Posted by: anita susanti | February 12, 2010

Skenario-Nya selalu indah 2

Di SMP, aku tak pernah menjadi juara. Aku benar2 menjadi seorang yang tidak berani bermimpi. Aku menjadi seorang yang beranggapan bahwa orang lain selalu lebih hebat dari aku! Inikah pengaruh perlakuan keluargaku???? Entahlah…

Aku bercita2 masuk SMA Kalasan, SMA terdekat dari rumahku.
Setelah mengikuti EBTANAS, aku mendapatkan NEM 41,… Bukan NEM yang buruk memang…rata2 saja. Aku berfikir untuk segera masuk SMA Kalasan. Tapi orang tua ku ingin aku sekolah d SMA 1 atau 2 Klaten. Lain hal nya dengan mbak, ku. Dia memberi gambaran padaku untuk sekolah d SMA 2, 9 atau 11 Jogja. Dengan cuek nya, hari terkhir aku mendaftar ke SMA 9, mengisi formulir, langsung mengumpulkan, dan pulang! Padahal sudah diberi tahu bahwa NEM terendah tahun sebelumnya adalah 45,… Aku tak peduli! Mungkin saking polosnya, aku hanya berfikir “klo tidak diterima, masih ada banyak SMA d Klaten” πŸ˜€
Allah ridho aku sekolah d SMA 9 sehingga aku diterima d urutan no 2 dari bawah. Sampai d rumah semua anggota keluargaku langsung komentar “untung ketompo. Gek2 sesuk ndaftar kuliah ketompo neng urutan pertama terendah yo?”
Ah…apapun itu, yang penting aku diterima…alhamdulillah…

Masuk SMA 9, aku mulai menutup aurat. Alhamdulillah karena Dia memberikan hidayah untukku…
Catur wulan pertama, hal yang sangat mengagetkanku terjadi. Setelah dijejali “pil pintar” oleh ibuku, aku mendapat ranking 1 d kelasku. Baru sekali ini, seumur hidupku. Namun…ketika sampai d rumah ku tunjukkan raport ku, semua anggota keluargaku tidak percaya aku mendapat ranking 1. Semua berkomentar “mesti gurumu salah ngetung? Mesti bijine kijolan koncomu?” dll. Intinya mereka tidak percaya, aku yang diterima di urutan terendah ke 2 bisa mendapat ranking 1 d kelas? Akhirnya…janji2 hadiah ranking 1 pun tak pernah terealisasi. Pfuih…aku jadi berfikir, apakah aku memang benar2 anak yang sangat tidak pantas untuk mendapatkan prestasi?????

Saat kenaikan kelas tiba, ibuku sudah was2. “Dek, sesuk ndaftar les yo…ben kowe iso kuliah neng PT sing apik”. Ku ikuti saran ibuku, dan aku ikut bimbel d GO. Mulai saat itu aku tak lagi naik angkot prambanan-Jogja, tapi aku kost d pogung bersama mbak ku yang kuliah d TeKim UGM.
kelas 3 dimulai, ibuku was2 lagi. “Kowe iso mlebu PT ngendi yo dek?” Mengingat aku tak pernah lulus try out. Hehehehe…
Hmmm…sepertinya aku satu2nya anak yang selalu membuat khawatir orang tua ku akan masa depanku πŸ˜€
Namun, dengan semangat 45 aku menjawab “kula badhe daftar kebidanan Bu, kajenge saged bikak praktek piyambak!”
Entah kenapa…dari SMP aku sudah bercita2 menjadi seorang bidan yang memiliki rumah bersalin sendiri, tak perlu menjadi bawahan orang lain πŸ˜€ hehehe…betapa pede nya aku saat itu πŸ˜€

Advertisements

Responses

  1. Bidan? Kok akhirnya di Kimia? Hmm always waiting for the next post πŸ™‚

  2. taun pertama telat tau klo keterima, telanjur masuk UGM. Trus taun ke 2 cm keterima d analisis kesehatan πŸ˜€ Mw daftar taun ke 3 eman2 kimianya…dah habis banyak duit πŸ˜€
    Alhamd malah ketemu suami…hehehe..
    Emang skenarioNya selalu indah πŸ™‚

    • oo jadi tahun kedua sempat daftar lagi to? hmm…
      aku dulu males mau daftar lagi, selain males belajarnya, juga males keluar duit lagi πŸ˜€ FYI, Kimia juga bukan pilihan pertamaku hehe

      • Iyah… Sebenernya itu ada d episode 3…tapi rung dadi πŸ˜€


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: