Posted by: anita susanti | February 5, 2010

Indah di awal, namun entah berikutnya…

Begitulah episode hidup…
Seorang wanita mengeluh tentang kondisi rumah tangganya. Katanya semuanya, tak seindah dulu…
Dialah Ratih, seorang wanita biasa yang memiliki suami dengan begitu banyak kelebihan.
Pada awal pernikahannya, Ratih sangat bahagia dan bangga. Bahkan hampir setiap hari dia berbagi cerita kebahagiaannya pada seorang teman, Naura.
“ Nikah tu enak loh..” kata Ratih.
“ Iya…mendengar ceritamu, aku juga ingin segera menikah” sambut Naura.
Ratih begitu bahagia dengan cerita hidupnya. “ suamiku itu sangat cerdas, baik hati sekali, romantis, pengertian, sabar, suka memanjakan, rajin ibadah, pokoknya sempurna untukku”
“ Wah..kamu beruntung sekali! Aku berharap menemukan yang sempurna juga untukku” jawab Naura.
Waktu terus berlalu, sahabatnya berpindah kota. Semua cerita hidup berikutnya hanya dipendam jauh di lubuk hati. Seiring berjalannya waktu, sering menetes bulir bening itu. Sekarang semuanya berubah. Setahun terlewati, Ratih merasa pernikahannya hambar. Dia tak pernah bercerita kepada siapapun tentang kisah hidupnya. Dia berusaha memendamnya sendirian, tanpa seorang pun tau. Dia hanya mengadu pada Rabb nya.
Suatu hari tiba-tiba Ratih memilih untuk menulis di buku diary nya. Dia menuliskan semua kisah hidup yang dilaluinya untuk meluapkan isi hatinya.

Sekarang semua berubah, tak seindah dulu. Tak seperti yang ku harapkan. Tak seperti yang ku impikan. Awal pernikahan aku begitu bahagia. Tak tampak sedikit pun cela pada suamiku. Bahkan orang-orang di sekelilingku memuji suamiku. Dia selalu mencintaiku sepenuh hatinya. Dia selalu membuatku bahagia. Dia tidak pernah berkata dengan nada tinggi, apalagi marah. Dia tak pernah membuatku menunggu. Dia tak pernah mencelaku. Semua selalu menyenangkan.
Tapi kini…di usia pernikahanku yang ke 1, semua telah berubah. Suamiku selalu sibuk dengan dunia nya. Selalu sibuk dengan pekerjaannya, di rumah, di kantor, dimana saja. Dulu, ketika sesekali waktu dia harus ke luar kota, dia selalu menelponku hampir setiap hari. SMSnya hampir memenuhi inbox ku. Tapi sekarang??? Ketika dia pergi, tak ada satu pun SMS yang datang, untuk sekedar bertanya kabar. Tak ada lagi sms mesra datang untuk mengatakan “aku disini merindukanmu, aku mencintaimu sepenuh hatiku.”

Bulir bening itu menetes. Perhatiannya tak sehangat dulu. Dia hanya menuntut ini itu, tanpa memahami perasaanku. Ketika terpisah jarak, tak selalu sms ku dijawabnya. Dia ingin aku mengerti bahwa dia sibuk dengan pekerjaannya, dan tak bisa melakukan 2 hal sekaligus.
Aku mulai berangan-angan, andai aku punya anak, mungkin aku tak kan kesepian seperti saat sekarang!
Semua telah berubah. Bulir bening itu menetes mengingat suamiku tak lagi shalat jamaah di masjid. Tak pernah lagi terdengar suaranya melantunkan ayat suci. Ibadahnya mulai kacau balau. Ketika ku ingatkan, hanya jawaban “iya, iya, dan iya” yang keluar dari mulutnya. Bahkan sekarang dia sering sekali berucap dengan nada tinggi. Dia sering berkata dia capek, dan ingin istirahat. Apa itu berarti, kehadiranku sangat mengganggumu? Aku menikah untuk mendapatkan ridho-Mu. Tapi mengapa semua jadi seperti ini???

Bulir beningku menetes tatkala mengetahui pergaulannya dengan teman kerjanya amatlah santai. Traktiran, SMSan, itu menjadi hal yang biasa. Padahal dia memintaku untuk menjaga, dan aku selalu berusaha menjaga dari lawan jenis. Seminimal mungkin aku berkomunikasi dengan lawan jenis. Aku tau suamiku tidak suka ketika ada teman lawan jenis yang meng-sms ku atau menelpon ku. Sehingga aku selalu berusaha untuk selalu menjaga.
Bulir beningku menetes ketika celaan demi celaan terdengar dari suamiku…
Selama ini aku sudah berusaha menjadi isteri yang baik. Selama ini aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namun, mengapa perubahan itu begitu menyakitkanku???
Saking lelahnya, Ratih tertidur di meja. Ketika suaminya terbangun dan mencarinya, dia menemukan diary isterinya yang tak pernah diketahuinya. Semua tulisan Ratih dibacanya. Selesai membaca, suaminya menangis dan tersadar bahwa dia telah membuat kecewa isterinya. Bahwa dia telah melukai hati isterinya. Bahwa dia telah membuat isterinya menyimpan kenangan buruk di hatinya. Tetes demi tetes semakin deras mengalir di pipinya dan membuatnya bertekad “aku harus memperbaikinya mulai sekarang! Bukan karena isteriku, bukan karena pernikahanku, melainkan karena Allah!”

Hikmah yang diperoleh dari cerita ini adalah…
– Komunikasi dalam rumah tangga merupakan hal yang harus selalu dijaga
– Tujuan menikah adalah untuk menggapai ridho Allah
– Jangan pernah berharap pada manusia, karena dia adalah makhluk yang lemah.
– Suami adalah makhluk Allah, maka serahkan pada-Nya.
– Saling menasihati, pengertian, dan mengingatkan sangat diperlukan dalam rumah tangga
– Klo kata mbak Imah, terimalah pasanganmu sepaket. Karena kita bukan makhluk yang sempurna, maka jangan menuntut pasangan kita untuk sempurna. Jadikan kelebihannya sebagai kebanggaan dan penyubur cintamu. Jadikan kekurangannya sebagai ladang pengertian dan keikhlasan buatmu.

Advertisements

Responses

  1. Kerinduan, merentang dua titik yang terpisah oleh garis yang satu.

    Tarian Kerinduan

    Aku hanyalah kisah-kisah yang tak punya arti, penggalan mimpi yang tak memiliki saksi. Aku hanyalah waktu-waktu yang tak punya makna, sepotong usia yang tak punya kemudi. Aku hanyalah kenangan-kenangan yang tak punya pesona, ruang kosong yang yang hampir mati. 😕

  2. Hampir2 mirip dengan cerpen Pudarnya Pesona Cleopatra (di endingnya aja) 😀
    Btw ngambil dara mana ini ceritanya?

    • oh iya ya??? Karanganku sendiri Mi… Aku dari dulu pengen nulis buku yg cerpen2 gitu, tp rung kelakon 😦

      • wuih hebat bund. Cerpennya bagus. Mbok ya ditelateni, siapa tau bisa masuk penerbit.

      • bagus ya mi??? hehehe…merasa tersanjung aku..alhmd.. Iya..dari dulu pengen bgt bisa bikin buku, krn kadang daya imajinasiku macem2 😀 Cm kadang pas punya ide, g s4 nulis…jd ya cm sepotong2 😦

  3. Pas ada ide langsung tulis aja, walo cuma garis besarnya. Tulis idenya di kertas, nanti pas luang baru dikembangkan 😉
    Keep writing 🙂

    • iyah…InsyaAllah 🙂 Sudah banyak ide yang menguap begitu saja 😦

  4. Wah salah nge-reply. Salah masuk akun juga. Ini blogku yang baru 😀

    http://akupunyabayi.wordpress.com

    Ditunggu kunjungan dan komentarnya 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: