Posted by: anita susanti | October 20, 2009

Anak kecil itu bernama Aisyah…

Kemarin sore…tanpa sengaja aku melihat acara “makna kehidupan” di sebuah stasiun TV.
Sudah hampir selesai memang… Tapi kutemukan makna di balik acara tersebut.

Ada seorang laki2 bernama Jimmy yang sedang diwawancarai. Beliau salah satu korban gempa di Padang. Isterinya yang saat itu sedang mengajar di lembaga bimbel Gama meninggal. Ketika ditemukan di antara reruntuhan…diperkirakan sang isteri meninggal saat
berusaha melindungi anak didiknya.

Jimmy mempunyai 2 anak…Aisyah yang berumur 3 tahun 2 bulan dan Hakam yang berumur sekitar 6 bulan.
Saat gempa terjadi, Aisyah sedang tidur siang di kamar rumahnya. Rupanya Allah tidak ingin mengambil kembali Aisyah. Meski tertimpa almari besar…Aisyah tidak meninggal. Ketika pamannya mencari, Aisyah masih hidup dengan luka lecet. Anak kecil itu ditemukan di bawah almari besar dan terlindung oleh tumpukan bantal. Subhanallah… Sungguh…tidak ada satupun manusia yang mengetahui kapan ajalnya kan tiba. Bahkan anak kecil yang tidak mampu berlindung pun…masih tetap hidup dalam reruntuhan rumahnya karena Allah tidak berkehendak mengambilnya sekarang.

Setelah jenazah ummi Aisyah ditemukan, saat itu juga langsung dimakamkan. Sesaat setelah dimakamkan…tiba-tiba Aisyah bercerita kepada abi nya. Dengan bahasa cadelnya Aisyah bercerita “Abi…tadi Aisyah melihat ummi berjalan menuju syurga dengan baju berwarna putih. Ummi terlihat sangat cantik sekali”.
sang ayah lalu bertanya “Aisyah bilang apa ke ummi?”
Aisyah pun menjawab “Aisyah bilang ummi selamat ke syurga. Jangan lupakan abi, Aisyah, dan Hakam ya… Aisyah minta coklat dan ice cream dari syurga”.
Rabbi…anak kecil itu sungguh polos sekali. Tanpa terasa bulir-bulir bening menetes di pipiku, saat abi Aisyah menceritakannya.

Di akhir acara…di suatu senja, Abinya mengajak Aisyah dan Hakam ke makam umminya. Di depan makam ummi nya, Aisyah langsung duduk, mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan doa…”rabbighfirlii waliwalidayya war hamhu maakamaa rabbayaani shaghira”
Dan kemudian Aisyah berkata “ayo ummi…bicara… Ummi…ayo bicara…”
Masya Allah…anak kecil itu merindukan umminya yang mengajarinya membaca doa, memberitahukannya seperti apa syurga dan neraka, menemaninya, dan mengasuhnya.

Sungguh…tak satupun manusia yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi dan kapan ajal kan menjemputnya.
Secara spontan, aku berharap…sebelum ajal menjemputku…aku bisa memberikan yang terbaik untuk anakku, suamiku, orang tuaku, keluargaku, dan semua orang selagi aku mampu. Semoga Allah memperkenankannya. Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: