<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>anita&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://umminabilah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umminabilah.wordpress.com</link>
	<description>just another ordinary housewife</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Feb 2010 23:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='umminabilah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>anita&#039;s blog</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://umminabilah.wordpress.com/osd.xml" title="anita&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://umminabilah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sore yang istimewa</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/17/sore-yang-istimewa/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/17/sore-yang-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Nabilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu aku hanya ditemani putri kecilku. Bermain bersamanya, kemudian rebahan di kasur. Tiba2 bulir bening menetes dari mataku. Si kecil yang ceria mendadak terdiam tanpa kata&#8230;hanya menatapku dan mengelus pipiku. Terkadang, menjadi seorang yang sangat sensitif sangat tidak menyenangkan. Ku fikir&#8230;mungkin ini merupakan konsekwensi dari mencintai semuanya 100%&#8230;setiap orang tidak mampu menggantikan yang lainnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=104&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu aku hanya ditemani putri kecilku. Bermain bersamanya, kemudian rebahan di kasur.<br />
Tiba2 bulir bening menetes dari mataku. Si kecil yang ceria mendadak terdiam tanpa kata&#8230;hanya menatapku dan mengelus pipiku.</p>
<p>Terkadang, menjadi seorang yang sangat sensitif sangat tidak menyenangkan. Ku fikir&#8230;mungkin ini merupakan konsekwensi dari mencintai semuanya 100%<span id="more-104"></span>&#8230;setiap orang tidak mampu menggantikan yang lainnya. Aku merasakan kerinduan menusuk kalbu&#8230;<br />
Sedang apa dia disana??? Aku merindukannya&#8230;</p>
<p>Semakin lama, bulir bening mengalir deras. Putri kecil ku terlihat bingung. Dia menatap langit-langit kemudian terucap dari bibir mungilnya &#8220;buda nangis&#8221;. Maaf sayang&#8230;membuatmu salah tingkah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Kemudian dia menatapku lagi dan tangan mungilnya mengusap air mata yang menetes di pipiku. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Putri kecilku menatap ku dengan sayang kemudian mengelus pipiku dan berkata pelan &#8220;sayang&#8221;. Sore itu terasa begitu istimewa!<br />
Kemudian dia memelukku, memanggil bunda, dan mencium pipiku.<br />
Alhamdulillah&#8230; Terimakasih ya Rabb, karena Kau memberiku putri kecil yang begitu pengertian.</p>
<p>Tiba2 dia keluar dan membawa kembali 2 lembar tisu yang diberikan padaku. Dia tidak berani untuk meminta ASI, sehingga dia memutuskan yang lain &#8220;buda, Bilah watin minum susu deco&#8221;<br />
Subhanallah&#8230;dia begitu memahamiku. Lalu aku beranjak untuk membuatkannya setengah gelas susu dancow dan langsung diminumnya.<br />
Alhamdulillah&#8230; Terima kasih sayang&#8230; Terima kasih karena kau selalu menemani bunda setiap saat, karena kau selalu menghibur bunda.<br />
Alhamdulillah&#8230;karena Kau mengirimkan untkku seorang putri kecil yang lucu, pengertian, dengan banyak hal yang begitu membahagiakan.<br />
Alhamdulillah&#8230;sore itu terasa begitu istimewa&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=104&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/17/sore-yang-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skenario-Nya selalu indah 2</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/12/skenario-nya-selalu-indah-2/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/12/skenario-nya-selalu-indah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 03:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode hidupku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Di SMP, aku tak pernah menjadi juara. Aku benar2 menjadi seorang yang tidak berani bermimpi. Aku menjadi seorang yang beranggapan bahwa orang lain selalu lebih hebat dari aku! Inikah pengaruh perlakuan keluargaku???? Entahlah&#8230; Aku bercita2 masuk SMA Kalasan, SMA terdekat dari rumahku. Setelah mengikuti EBTANAS, aku mendapatkan NEM 41,&#8230; Bukan NEM yang buruk memang&#8230;rata2 saja. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=68&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di SMP, aku tak pernah menjadi juara. Aku benar2 menjadi seorang yang tidak berani bermimpi. Aku menjadi seorang yang beranggapan bahwa orang lain selalu lebih hebat dari aku! Inikah pengaruh perlakuan keluargaku???? Entahlah&#8230;</p>
<p>Aku bercita2 masuk SMA Kalasan, SMA terdekat dari rumahku.<br />
Setelah mengikuti EBTANAS, aku mendapatkan NEM 41,&#8230; Bukan NEM yang buruk memang&#8230;rata2 saja. <span id="more-68"></span>Aku berfikir untuk segera masuk SMA Kalasan. Tapi orang tua ku ingin aku sekolah d SMA 1 atau 2 Klaten. Lain hal nya dengan mbak, ku. Dia memberi gambaran padaku untuk sekolah d SMA 2, 9 atau 11 Jogja. Dengan cuek nya, hari terkhir aku mendaftar ke SMA 9, mengisi formulir, langsung mengumpulkan, dan pulang! Padahal sudah diberi tahu bahwa NEM terendah tahun sebelumnya adalah 45,&#8230; Aku tak peduli! Mungkin saking polosnya, aku hanya berfikir &#8220;klo tidak diterima, masih ada banyak SMA d Klaten&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Allah ridho aku sekolah d SMA 9 sehingga aku diterima d urutan no 2 dari bawah. Sampai d rumah semua anggota keluargaku langsung komentar &#8220;untung ketompo. Gek2 sesuk ndaftar kuliah ketompo neng urutan pertama terendah yo?&#8221;<br />
Ah&#8230;apapun itu, yang penting aku diterima&#8230;alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Masuk SMA 9, aku mulai menutup aurat. Alhamdulillah karena Dia memberikan hidayah untukku&#8230;<br />
Catur wulan pertama, hal yang sangat mengagetkanku terjadi. Setelah dijejali &#8220;pil pintar&#8221; oleh ibuku, aku mendapat ranking 1 d kelasku. Baru sekali ini, seumur hidupku. Namun&#8230;ketika sampai d rumah ku tunjukkan raport ku, semua anggota keluargaku tidak percaya aku mendapat ranking 1. Semua berkomentar &#8220;mesti gurumu salah ngetung? Mesti bijine kijolan koncomu?&#8221; dll. Intinya mereka tidak percaya, aku yang diterima di urutan terendah ke 2 bisa mendapat ranking 1 d kelas? Akhirnya&#8230;janji2 hadiah ranking 1 pun tak pernah terealisasi. Pfuih&#8230;aku jadi berfikir, apakah aku memang benar2 anak yang sangat tidak pantas untuk mendapatkan prestasi?????</p>
<p>Saat kenaikan kelas tiba, ibuku sudah was2. &#8220;Dek, sesuk ndaftar les yo&#8230;ben kowe iso kuliah neng PT sing apik&#8221;. Ku ikuti saran ibuku, dan aku ikut bimbel d GO. Mulai saat itu aku tak lagi naik angkot prambanan-Jogja, tapi aku kost d pogung bersama mbak ku yang kuliah d TeKim UGM.<br />
kelas 3 dimulai, ibuku was2 lagi. &#8220;Kowe iso mlebu PT ngendi yo dek?&#8221; Mengingat aku tak pernah lulus try out. Hehehehe&#8230;<br />
Hmmm&#8230;sepertinya aku satu2nya anak yang selalu membuat khawatir orang tua ku akan masa depanku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Namun, dengan semangat 45 aku menjawab &#8220;kula badhe daftar kebidanan Bu, kajenge saged bikak praktek piyambak!&#8221;<br />
Entah kenapa&#8230;dari SMP aku sudah bercita2 menjadi seorang bidan yang memiliki rumah bersalin sendiri, tak perlu menjadi bawahan orang lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehehe&#8230;betapa pede nya aku saat itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=68&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/12/skenario-nya-selalu-indah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indah di awal, namun entah berikutnya&#8230;</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/05/indah-di-awal-namun-entah-berikutnya/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/05/indah-di-awal-namun-entah-berikutnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 09:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi belaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Begitulah episode hidup… Seorang wanita mengeluh tentang kondisi rumah tangganya. Katanya semuanya, tak seindah dulu… Dialah Ratih, seorang wanita biasa yang memiliki suami dengan begitu banyak kelebihan. Pada awal pernikahannya, Ratih sangat bahagia dan bangga. Bahkan hampir setiap hari dia berbagi cerita kebahagiaannya pada seorang teman, Naura. “ Nikah tu enak loh..” kata Ratih. “ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=86&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitulah episode hidup…<br />
Seorang wanita mengeluh tentang kondisi rumah tangganya. Katanya semuanya, tak seindah dulu…<br />
Dialah Ratih, seorang wanita biasa yang memiliki suami dengan begitu banyak kelebihan.<br />
Pada awal pernikahannya, Ratih sangat bahagia dan bangga. Bahkan hampir setiap hari dia berbagi cerita kebahagiaannya pada seorang teman, Naura.<br />
“ Nikah tu enak loh..” kata Ratih.<br />
“ Iya…mendengar ceritamu, aku juga ingin segera menikah” sambut Naura.<br />
Ratih begitu bahagia dengan cerita hidupnya. “ suamiku itu sangat cerdas, baik hati sekali, romantis, pengertian, sabar, suka memanjakan, rajin ibadah, pokoknya sempurna untukku”<span id="more-86"></span><br />
“ Wah..kamu beruntung sekali! Aku berharap menemukan yang sempurna juga untukku” jawab Naura.<br />
Waktu terus berlalu, sahabatnya berpindah kota. Semua cerita hidup berikutnya hanya dipendam jauh di lubuk hati. Seiring berjalannya waktu, sering menetes bulir bening itu. Sekarang semuanya berubah. Setahun terlewati, Ratih merasa pernikahannya hambar. Dia tak pernah bercerita kepada siapapun tentang kisah hidupnya. Dia berusaha memendamnya sendirian, tanpa seorang pun tau. Dia hanya mengadu pada Rabb nya.<br />
Suatu hari tiba-tiba Ratih memilih untuk menulis di buku diary nya. Dia menuliskan semua kisah hidup yang dilaluinya untuk meluapkan isi hatinya.</p>
<p>Sekarang semua berubah, tak seindah dulu. Tak seperti yang ku harapkan. Tak seperti yang ku impikan. Awal pernikahan aku begitu bahagia. Tak tampak sedikit pun cela pada suamiku. Bahkan orang-orang di sekelilingku memuji suamiku. Dia selalu mencintaiku sepenuh hatinya. Dia selalu membuatku bahagia. Dia tidak pernah berkata dengan nada tinggi, apalagi marah. Dia tak pernah membuatku menunggu. Dia tak pernah mencelaku. Semua selalu menyenangkan.<br />
Tapi kini…di usia pernikahanku yang ke 1, semua telah berubah. Suamiku selalu sibuk dengan dunia nya. Selalu sibuk dengan pekerjaannya, di rumah, di kantor, dimana saja. Dulu, ketika sesekali waktu dia harus ke luar kota, dia selalu menelponku hampir setiap hari. SMSnya hampir memenuhi inbox ku. Tapi sekarang??? Ketika dia pergi, tak ada satu pun SMS yang datang, untuk sekedar bertanya kabar. Tak ada lagi sms mesra datang untuk mengatakan “aku disini merindukanmu, aku mencintaimu sepenuh hatiku.”</p>
<p>Bulir bening itu menetes. Perhatiannya tak sehangat dulu. Dia hanya menuntut ini itu, tanpa memahami perasaanku. Ketika terpisah jarak, tak selalu sms ku dijawabnya. Dia ingin aku mengerti bahwa dia sibuk dengan pekerjaannya, dan tak bisa melakukan 2 hal sekaligus.<br />
Aku mulai berangan-angan, andai aku punya anak, mungkin aku tak kan kesepian seperti saat sekarang!<br />
Semua telah berubah. Bulir bening itu menetes mengingat suamiku tak lagi shalat jamaah di masjid. Tak pernah lagi terdengar suaranya melantunkan ayat suci. Ibadahnya mulai kacau balau. Ketika ku ingatkan, hanya jawaban “iya, iya, dan iya” yang keluar dari mulutnya. Bahkan sekarang dia sering sekali berucap dengan nada tinggi. Dia sering berkata dia capek, dan ingin istirahat. Apa itu berarti, kehadiranku sangat mengganggumu? Aku menikah untuk mendapatkan ridho-Mu. Tapi mengapa semua jadi seperti ini???</p>
<p>Bulir beningku menetes tatkala mengetahui pergaulannya dengan teman kerjanya amatlah santai. Traktiran, SMSan, itu menjadi hal yang biasa. Padahal dia memintaku untuk menjaga, dan aku selalu berusaha menjaga dari lawan jenis. Seminimal mungkin aku berkomunikasi dengan lawan jenis. Aku tau suamiku tidak suka ketika ada teman lawan jenis yang meng-sms ku atau menelpon ku. Sehingga aku selalu berusaha untuk selalu menjaga.<br />
Bulir beningku menetes ketika celaan demi celaan terdengar dari suamiku…<br />
Selama ini aku sudah berusaha menjadi isteri yang baik. Selama ini aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namun, mengapa perubahan itu begitu menyakitkanku???<br />
Saking lelahnya, Ratih tertidur di meja. Ketika suaminya terbangun dan mencarinya, dia menemukan diary isterinya yang tak pernah diketahuinya. Semua tulisan Ratih dibacanya. Selesai membaca, suaminya menangis dan tersadar bahwa dia telah membuat kecewa isterinya. Bahwa dia telah melukai hati isterinya. Bahwa dia telah membuat isterinya menyimpan kenangan buruk di hatinya. Tetes demi tetes semakin deras mengalir di pipinya dan membuatnya bertekad “aku harus memperbaikinya mulai sekarang! Bukan karena isteriku, bukan karena pernikahanku, melainkan karena Allah!”</p>
<p>Hikmah yang diperoleh dari cerita ini adalah…<br />
-	Komunikasi dalam rumah tangga merupakan hal yang harus selalu dijaga<br />
-	Tujuan menikah adalah untuk menggapai ridho Allah<br />
-	Jangan pernah berharap pada manusia, karena dia adalah makhluk yang lemah.<br />
-	Suami adalah makhluk Allah, maka serahkan pada-Nya.<br />
-	Saling menasihati, pengertian, dan mengingatkan sangat diperlukan dalam rumah tangga<br />
-	Klo kata mbak Imah, terimalah pasanganmu sepaket. Karena kita bukan makhluk yang sempurna, maka jangan menuntut pasangan kita untuk sempurna. Jadikan kelebihannya sebagai kebanggaan dan penyubur cintamu. Jadikan kekurangannya sebagai ladang pengertian dan keikhlasan buatmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=86&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2010/02/05/indah-di-awal-namun-entah-berikutnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skenario-Nya selalu indah (1)</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2010/01/31/skenario-nya-selalu-indah-1/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2010/01/31/skenario-nya-selalu-indah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 10:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode hidupku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kata banyak orang yang mengenalku, aku ini orang yang selalu beruntung Alhamdulillah&#8230; Berawal dari penciptaanku. Ibu ku tidak menginginkan anak lagi. Sehingga lebih dari 3 tahun Beliau menggunakan KB spiral. Saat kehamilan, banyak orang bilang klo anak hasil gagal KB spiral biasanya meninggal atau cacat. Tapi Allah berkehendak bayinya terlahir sehat. Kata ibuku aku lahir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=58&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata banyak orang yang mengenalku, aku ini orang yang selalu beruntung <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Berawal dari penciptaanku. Ibu ku tidak menginginkan anak lagi. Sehingga lebih dari 3 tahun Beliau menggunakan KB spiral. Saat kehamilan, banyak orang bilang klo anak hasil gagal KB spiral biasanya meninggal atau cacat. <span id="more-58"></span>Tapi Allah berkehendak bayinya terlahir sehat. Kata ibuku aku lahir dengan cepat, dengan kulit putih, pipi tembem, dan rambut ikal. Alhamdulillah&#8230;aku beruntung karena aku yang dianggap sebagai produk gagal KB terlahir sehat <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku diberi nama Anita Susanti. Katanya saat itu ibu ku sangat sengsara, sehingga memberiku nama itu&#8230;Anak ikut serta susah hati&#8230;anita susanti. Tapi&#8230;selama hidupku, Allah selalu membahagiakanku dengan menghadirkan orang2 yang menyayangiku, memudahkan segala urusanku, dan memberiku kenikmatan yang tak terhitung. Alhamdulillah&#8230;aku beruntung <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di keluargaku, aku disebut sebagai anak yang paling bodoh karena keracunan ASI ( selama 3 tahun tak lepas dari ASI :p)&#8230;sehingga aku menjadi seorang yang selalu minder, tak pernah berani bercita2 tinggi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku bercita2 masuk MTsN, karena aku tidak berani bermimpi merasakan sekolah d SMP Favorit d tempatku. Setelah EBTANAS, ternyata aku urutan ke 6 NEM tertinggi d SD ku. Saat itu nilai seluruh siswa kecamatan turun, sehingga dengan NEM 37,&#8230; aku mendapat urutan ke 6 dari 42 siswa d sekolahku. Aku tetap tidak berani bermimpi untuk bersekolah d SMP kakak2ku, d SMP favorit d tempatku. Karena tahun sebelumnya NEM terendah yang diterima adalah 42,&#8230; Bahkan tetanggaku yang katanya pintar pun tidak diterima disana. Ketika mendaftar ke SMP favorit, yaitu SMP Bogem serta merta ibu temenku berkata dengan ketus &#8221; kowe ki wes mesti ra ketompo!&#8221; Rasanya dongkol sekali mendengarnya berkata demikian. Berbekal nekat, 5 menit sebelum penutupan pendaftaran, formulir ku masukkan. Dan ternyata Allah berkehendak lain. Aku bisa masuk ke SMP favorit itu dengan urutan ketiga dari terendah. Alhamdulillah&#8230;skenario Nya selalu indah <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=58&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2010/01/31/skenario-nya-selalu-indah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata aku lebih beruntung</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/30/ternyata-aku-lebih-beruntung/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/30/ternyata-aku-lebih-beruntung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 08:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makna kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, aku d ajak nengok seorang teman yang baru saja melahirkan. Mendengar ceritanya, membuatku teringat saat melahirkan si kecil. Alhamdulillah&#8230;ternyata aku lebih beruntung Saat kehamilannya, Vika, nama temanku itu, 2x terjatuh. Ketika periksa, dokter bilang, dia mengalami hamil gantung sehingga kemungkinan bayinya sungsang. Sehingga dia dilarang untuk jalan2. Padahal katanya&#8230;jalan2 merupakan salah satu cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=53&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari itu, aku d ajak nengok seorang teman yang baru saja melahirkan. Mendengar ceritanya, membuatku teringat saat melahirkan si kecil.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;ternyata aku lebih beruntung <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-53"></span><br />
Saat kehamilannya, Vika, nama temanku itu, 2x terjatuh. Ketika periksa, dokter bilang, dia mengalami hamil gantung sehingga kemungkinan bayinya sungsang. Sehingga dia dilarang untuk jalan2. Padahal katanya&#8230;jalan2 merupakan salah satu cara untuk memperlancar proses kelahiran.<br />
Dia tidak peduli akan hal itu. Yang penting menjalani prosesnya.</p>
<p>Suatu hari&#8230;dia merasakan mules. Kemudian diantar ke dokter. setelah diperiksa, ternyata bukaan 1. Rupanya Allah sedang menguji kesabarannya. Selama 2 minggu dia merasakan mules, tapi ternyata tetap bukaan 1. Akhirnya dokter memutuskan untuk induksi.<br />
setelah bukaan 9, dengan posisi orang siap melahirkan, dia disuruh menunggu dokter selesai praktek. Baru kali ini aku tau dokter yang aneh seperti itu.</p>
<p>Selesai praktek, dia ditangani. Karena beberapa kali ngejan tidak berhasil, maka disobeklah jalan lahir menggunakan gunting. Dengan sekuat tenaga, dia mengejan selama 2 jam. Namun&#8230;rupanya Allah belom mengijinkan bayinya lahir. Karena banyaknya energi yang keluar, Vika pun akhirnya menggigil dan tidak mampu mengejan lagi. Akhirnya dokter memutuskan untuk mem vacuum. Alhamdulillah bayi mungil itu lahir. Tanpa IMD si ibu langsung dijahit lebih dari 30 jahitan. Selama sebulan jahitan belom kering dan sulit BAB. Tidak terbayang bagaimana sakitnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Yang terfikir, mengapa dengan proses kelahiran yang sangat sulit, tidak diputuskan untuk caesar????<br />
MasyaAllah&#8230;</p>
<p>Betapa lebih beruntungnya aku&#8230; Alhamdulillah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=53&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/30/ternyata-aku-lebih-beruntung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih sayang ibu&#8230;</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/17/kasih-sayang-itu/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/17/kasih-sayang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 09:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makna kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu, 12 Desember lalu tiba2 aku diajakin nengok teman yang beberapa minggu lalu melahirkan. Ketika di jalan, aku ngobrol berdua dengan seorang teman dan menemukan hikmah bahwa menjadi seorang ibu tidak boleh egois! Apa yang positif dari kita, akan mendapat respon positif juga dari anak kita. Menjadi seorang yang sabar, tidak akan pernah merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=42&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari sabtu, 12 Desember lalu tiba2 aku diajakin nengok teman yang beberapa minggu lalu melahirkan. Ketika di jalan, aku ngobrol berdua dengan seorang teman dan menemukan hikmah bahwa menjadi seorang ibu tidak boleh egois! Apa yang positif dari kita, akan mendapat respon positif juga dari anak kita. Menjadi seorang yang sabar, tidak akan pernah merasa rugi! Hikmah ini ku ambil dari ceritanya.<span id="more-42"></span></p>
<p>Anak kedua nya akan pentas dalam acara lomba se Bandung raya. Sebenarnya hari itu teh Iin memiliki acara yang sangat padat. Tapi karena sudah berjanji menemani anaknya, maka acara yang lain diabaikan.<br />
Si kecil sudah disewakan baju pentas dan sudah dirias secantik mungkin.<br />
Tanpa diduga, sampai di tempat pentas si kecil mulai grogi. &#8220;Ummi&#8230;nanti waktu adek nari, ummi duduk di paling depan ya?&#8221;<br />
&#8220;iya&#8221; kata ummi nya<br />
&#8220;ummi, nanti dukung adek dengan sorak sorai ya?&#8221;<br />
&#8220;iya&#8221; kata ummi mantap! &#8220;Nanti ummi akan melihat adek, dan bilang bagus, bagus, bagus&#8230;sambil mengacungkan 2 jempol ummi&#8221;<br />
&#8220;Ummi&#8230;nanti temani adek memasuki tempat pentas ya&#8221;<br />
&#8220;iyah&#8221;</p>
<p>Tiba saatnya dipanggil, rupanya si kecil semakin grogi. Dan tiba2 setelah sampai di panggung, si kecil berkata<br />
&#8220;Ummi&#8230;aku mau ummi ke panggung dan ikut menari bersama adek&#8221;<br />
Si ummi akhirnya ikut ke panggung dan berdiri di depan sekian ratus orang yang melihatnya dengan pandangan aneh. Demi anak, aku nggak boleh mengutamakan malu dan bersikap egois, kata Beliau&#8230;<br />
Rupanya ujian tak cukup sampai disitu!<br />
&#8220;Ummi&#8230;adek TIDAK mau menari&#8221; Bulir2 bening mulai membasahi kedua pipi si kecil.<br />
&#8220;Adek BELUM mau menari?&#8221; tanya ummi<br />
&#8220;Ya&#8230;adek tidak mau menari&#8221;<br />
Subhanallah&#8230;si ummi tidak marah mendengar kata2 anaknya! dan Beliau berusaha mengalihkan perhatian anaknya.</p>
<p>&#8220;Sepertinya adek haus?&#8221; tanya ummi<br />
&#8220;Ya, adek haus&#8221;<br />
&#8220;Hayuk, kita beli ice cream&#8230;&#8221;<br />
Si anak menurut pada umminya, menjauh dari tempat keramaian&#8230;menuju penjual ice cream.<br />
Sambil minum es, ummi tidak menyinggung sedikit pun apa yang telah dilakukan anaknya. Sampai akhirnya mereka pulang&#8230;</p>
<p>Ketika malam tiba&#8230;menjelang tidur, tiba2 si anak memeluk ummi nya sambil menetesnya air mata<br />
&#8220;Ummi&#8230;maaf, tadi adek tidak mau menari&#8221;<br />
&#8220;tidak apa2&#8243; dengan senyum di bibir ummi<br />
&#8220;Ummi marah?&#8221;<br />
&#8220;Apa tadi ummi marah? Tidak kan? Ummi malah belikan adek ice cream?&#8221;<br />
&#8220;iya&#8230;ummi, maaf&#8221;<br />
&#8220;iya, mungkin lain waktu adek akan menari? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;<br />
&#8220;iya&#8221; dengan mantap diucapakan si kecil<br />
Akhirnya mereka pun tidur terlelap&#8230;melupakan apa yang telah terjadi, dan mengambil hikmah besar dari kejadian hari itu&#8230;</p>
<p>Subhanallah..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=42&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/12/17/kasih-sayang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta dan air mata</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/cinta-dan-air-mata/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/cinta-dan-air-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makna kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali suamiku pergi…aku selalu teringat masa lalu, saat Beliau harus rela bolak-balik Bandung-Jogja hampir setiap pekan. Ketika mengantarkannya ke stasiun, setelah melepasnya menuju gerbong kereta…bulir bening itu selalu menghambur keluar, tanpa mampu ku bendung lagi. Ketika merindukan pertemuan dengan belahan jiwa yang berada jauh di perantauan, maka tanpa disadari air mata membasahi pipi tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=39&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali suamiku pergi…aku selalu teringat masa lalu, saat Beliau harus rela bolak-balik Bandung-Jogja hampir setiap pekan. Ketika mengantarkannya ke stasiun, setelah melepasnya menuju gerbong kereta…bulir bening itu selalu menghambur keluar, tanpa mampu ku bendung lagi. </p>
<p>Ketika merindukan pertemuan dengan belahan jiwa yang berada jauh di perantauan, maka tanpa disadari air mata membasahi pipi tanpa mampu ditahan lagi.<span id="more-39"></span></p>
<p>Ketika suatu hari putri kecil kesayanganku harus rawat inap di sebuah rumah sakit di Jogja, diambil darah dari tangannya dengan menggunakan jarum dan kemudian dipasang jarum infus di kakinya…tak kuasa ku tahan kembali air mata itu. Bulatan-bulatan bening mengalir deras…dan berharap andai aku bisa menggantikannya menahan rasa sakit itu…</p>
<p>Ketika tiba saat aku harus pindah ke Bandung…ikut suami, diantar orang tua dan mertuaku, Melepas keluarga kakakku di Prambanan, air mata mengucur dari keponakanku, Frida karena tidak mau berpisah dariku. Itu pun membuatku menjatuhkan tetesan-tetesan bening dari mataku.</p>
<p>Ketika bapak-ibu ku berpamitan…harus kembali ke Prambanan, dan meninggalkan ku di perantauan…begitu cepat air mata itu berjatuhan…. Nasehat-nasehatnya tak mampu membuatku menahan bulir bening itu agar tak berjatuhan di hadapan mereka…</p>
<p>Ketika di suatu senja aku merindukan mereka yang jauh disana…secara tiba-tiba air mata berjatuhan di pangkuanku.</p>
<p>Ya…air mata itu mengalir karena cinta!<br />
Air mata itu mengalir karena kerinduan pada orang yang ku cinta!<br />
Air mata itu mengalir karena tak rela berpisah dari orang yang ku cinta!<br />
Yaaaa…cinta yang membuat ku menangis…</p>
<p>Doaku…<br />
Semoga cinta ini tumbuh karena kecintaan pada-Nya…untuk menggapai ridho-Nya. Amin…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=39&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/cinta-dan-air-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segenggam rindu untuk istriku</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/segenggam-rindu-untuk-istriku/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/segenggam-rindu-untuk-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 14:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makna kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Aku menyukai buku ini. Bukan karena pengarangnya, bukan karena banyak dalil shahihnya, bukan karena apa. Menurutku buku ini sederhana…ringan untuk dibaca, tapi bagiku buku ini syarat makna…sebagian isinya menggambarkan karakter dan keinginanku hehehe… Segenggam rindu untuk istriku, buku karya Ustad Dwi Budiyanto…nama salah seorang ustad di Jogja. Dengan gayanya yang khas ketika mengisi kajian, ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=37&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>	Aku menyukai buku ini. Bukan karena pengarangnya, bukan karena banyak dalil shahihnya, bukan karena apa. Menurutku buku ini sederhana…ringan untuk dibaca, tapi bagiku buku ini syarat makna…sebagian isinya menggambarkan karakter dan keinginanku hehehe…<span id="more-37"></span><br />
	Segenggam rindu untuk istriku, buku karya Ustad Dwi Budiyanto…nama salah seorang ustad di Jogja. Dengan gayanya yang khas ketika mengisi kajian, ternyata tertuang juga di dalam bukunya.<br />
Salah satu bagian yang kusuka adalah “ada canda ketika marah”.<br />
Ingin ku ceritakan sebagian,,,<br />
Saat itu seorang istri berpesan untuk segera pulang ketika melepas kepergian suaminya. Sang istri berniat untuk memasak menu kesukaan suaminya dan ingin makan malam bersama suaminya.<br />
Sore itu…semua hidangan sudah disiapkan dengan tampilan semenarik mungkin. Tapi…hingga larut malam, suami yang ditunggunya tidak juga pulang. Sampai akhirnya sang istri tertidur di sofa.<br />
Ia terbangun ketika tangan suaminya menyentuh wajahnya. Permohonan maaf suaminya ditanggapinya dengan acuh. Ia marah.<br />
“Sudah makan, Dik?” Tanya sang suami.<br />
“Makan aja situ sendiri!”<br />
Sang suami tahu istrinya marah. Namun, ia tetap bersikap tenang. Ia menuju meja makan.<br />
“Ayo makan bareng.”<br />
“Makan aja situ sendiri!”<br />
“Mmh, lauknya mana nih?” Tanya suami pura-pura tidak tahu.<br />
“Cari aja situ sendiri!”<br />
Sang suami pun makan. Tengah malam, sang istri terbangun karena perutnya melilit. Buru-buru ia menuju meja makan. Tapi…ternyata lauk yang dimasaknya tidak ada.<br />
“Mas, telurnya mana? Kok habis!”<br />
“Nelur aja situ sendiri!” Mereka langsung tertawa, hilanglah kemarahan…<br />
Aku selalu tertawa membaca bagian ini. Subhanallah…jarang sekali aku mendengar suami yang mencandai istrinya ketika marah.<br />
Aku sepakat dengan kesimpulan Beliau…Bersikap tenang, tidak melakukan blaming partner, bahkan mendahului untuk meminta maaf, atau menyisipkan canda segar di tengah-tengah kemarahan kekasih hati  bukanlah hal yang mudah. Tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk melakukannya.<br />
Terimakasih atas hikmah  yang ustad sampaikan. Semoga aku bisa lebih bersabar dan mengontrol emosi setiap waktu ataupun pada saat masa-masa sensitif. Amin…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=37&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/11/06/segenggam-rindu-untuk-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naluri keibuan</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/23/naluri-keibuan/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/23/naluri-keibuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berjalan 2 bulan ini, si kecil Nabilah sangat suka bermain boneka bayi pemberian budhe nya. Bulan lalu hampir setiap hari Nabilah minta dibantu untuk gendong si boneka menggunakan jarit. Sambil digendong, dibawa jalan kesana kemari&#8230;boneka itu diberi dot susu yang memang pasangan dari boneka tersebut. Terlihat Nabilah sangat menyayangi boneka tersebut&#8230; Bulan ini&#8230;naluri keibuannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=31&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah berjalan 2 bulan ini, si kecil Nabilah sangat suka bermain boneka bayi pemberian budhe nya. Bulan lalu hampir setiap hari Nabilah minta dibantu untuk gendong si boneka menggunakan jarit. Sambil digendong, dibawa jalan kesana kemari&#8230;boneka itu diberi dot susu yang memang pasangan dari boneka tersebut. Terlihat Nabilah sangat menyayangi boneka tersebut&#8230;<span id="more-31"></span></p>
<p>Bulan ini&#8230;naluri keibuannya kembali terlihat. Setiap hari dia gendong boneka tersebut sambil ditimang-timang dan meminta bundanya untuk nyanyi nina bobo. Sepertinya dia bahagia sekali&#8230;<br />
Ketika dia punya jajanan, boneka tersebut diberi nya. Diberi minum, di bobo-bobo. Yang membuatku geli&#8230;setelah dia minum ASI, sudah beberapa kali dia mengambil bonekanya dan memintaku untuk memberinya ASI juga. Hehehe&#8230;ada-ada saja..</p>
<p>Bahkan kemarin ada satu hal yang membuatku terkejut. Dia minta aku untuk memakaikan jilbabnya ke boneka ketika aku mau shalat. Ternyata si boneka diajarinnya shalat dhuhur. Subhanallah&#8230; </p>
<p>Aku jadi berfikir&#8230;<br />
Ternyata Allah memunculkan naluri keibuan itu sejak kecil. Lalu yang menjadi pertanyaan di benakku&#8230;dimana wanita menyembunyikan naluri keibuan mereka ketika dia mengaku tidak bisa memandikan bayinya, tidak bisa menyuapi bayinya, tidak bisa mengganti popoknya? Kemudian dengan sepenuh hati dia menyerahkan bayinya kepada pembantunya&#8230;<br />
Dimana pula seorang wanita menyembunyikan naluri keibuannya ketika dia begitu tega &#8220;menyusukan&#8221; bayinya pada sapi? Padahal Allah telah memberinya karunia berupa ASI pada tubuhnya! Bahkan ada wanita yang tega membuang anaknya!! Dimana mereka sembunyikan naluri keibuannya? Sungguh mengherankan! Naudzubillah&#8230; </p>
<p>Astaghfirullah&#8230;<br />
Semoga Allah senantiasa menyayangi kita dengan menjadikan kita seorang ibu yang mampu menghasilkan generasi-generasi yang rabbani. Amin..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=31&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/23/naluri-keibuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak kecil itu bernama Aisyah&#8230;</title>
		<link>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/20/anak-kecil-itu-bernama-aisyah/</link>
		<comments>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/20/anak-kecil-itu-bernama-aisyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 02:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anita susanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umminabilah.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore&#8230;tanpa sengaja aku melihat acara &#8220;makna kehidupan&#8221; di sebuah stasiun TV. Sudah hampir selesai memang&#8230; Tapi kutemukan makna di balik acara tersebut. Ada seorang laki2 bernama Jimmy yang sedang diwawancarai. Beliau salah satu korban gempa di Padang. Isterinya yang saat itu sedang mengajar di lembaga bimbel Gama meninggal. Ketika ditemukan di antara reruntuhan&#8230;diperkirakan sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=23&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sore&#8230;tanpa sengaja aku melihat acara &#8220;makna kehidupan&#8221; di sebuah stasiun TV.<br />
Sudah hampir selesai memang&#8230; Tapi kutemukan makna di balik acara tersebut.<br />
<span id="more-23"></span><br />
Ada seorang laki2 bernama Jimmy yang sedang diwawancarai. Beliau salah satu korban gempa di Padang. Isterinya yang saat itu sedang mengajar di lembaga bimbel Gama meninggal. Ketika ditemukan di antara reruntuhan&#8230;diperkirakan sang isteri meninggal saat<br />
berusaha melindungi anak didiknya.</p>
<p>Jimmy mempunyai 2 anak&#8230;Aisyah yang berumur 3 tahun 2 bulan dan Hakam yang berumur sekitar 6 bulan.<br />
Saat gempa terjadi, Aisyah sedang tidur siang di kamar rumahnya. Rupanya Allah tidak ingin mengambil kembali Aisyah. Meski tertimpa almari besar&#8230;Aisyah tidak meninggal. Ketika pamannya mencari, Aisyah masih hidup dengan luka lecet. Anak kecil itu ditemukan di bawah almari besar dan terlindung oleh tumpukan bantal. Subhanallah&#8230; Sungguh&#8230;tidak ada satupun manusia yang mengetahui kapan ajalnya kan tiba. Bahkan anak kecil yang tidak mampu berlindung pun&#8230;masih tetap hidup dalam reruntuhan rumahnya karena Allah tidak berkehendak mengambilnya sekarang.</p>
<p>Setelah jenazah ummi Aisyah ditemukan, saat itu juga langsung dimakamkan. Sesaat setelah dimakamkan&#8230;tiba-tiba Aisyah bercerita kepada abi nya. Dengan bahasa cadelnya Aisyah bercerita &#8220;Abi&#8230;tadi Aisyah melihat ummi berjalan menuju syurga dengan baju berwarna putih. Ummi terlihat sangat cantik sekali&#8221;.<br />
sang ayah lalu bertanya &#8220;Aisyah bilang apa ke ummi?&#8221;<br />
Aisyah pun menjawab &#8220;Aisyah bilang ummi selamat ke syurga. Jangan lupakan abi, Aisyah, dan Hakam ya&#8230; Aisyah minta coklat dan ice cream dari syurga&#8221;.<br />
Rabbi&#8230;anak kecil itu sungguh polos sekali. Tanpa terasa bulir-bulir bening menetes di pipiku, saat abi Aisyah menceritakannya.</p>
<p>Di akhir acara&#8230;di suatu senja, Abinya mengajak Aisyah dan Hakam ke makam umminya. Di depan makam ummi nya, Aisyah langsung duduk, mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan doa&#8230;&#8221;rabbighfirlii waliwalidayya war hamhu maakamaa rabbayaani shaghira&#8221;<br />
Dan kemudian Aisyah berkata &#8220;ayo ummi&#8230;bicara&#8230; Ummi&#8230;ayo bicara&#8230;&#8221;<br />
Masya Allah&#8230;anak kecil itu merindukan umminya yang mengajarinya membaca doa, memberitahukannya seperti apa syurga dan neraka, menemaninya, dan mengasuhnya.</p>
<p>Sungguh&#8230;tak satupun manusia yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi dan kapan ajal kan menjemputnya.<br />
Secara spontan, aku berharap&#8230;sebelum ajal menjemputku&#8230;aku bisa memberikan yang terbaik untuk anakku, suamiku, orang tuaku, keluargaku, dan semua orang selagi aku mampu. Semoga Allah memperkenankannya. Amin&#8230; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umminabilah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umminabilah.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umminabilah.wordpress.com&amp;blog=9951243&amp;post=23&amp;subd=umminabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umminabilah.wordpress.com/2009/10/20/anak-kecil-itu-bernama-aisyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc769494b0b9e34a5eb5348c3870b74d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anita</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
